Selasa, 25 Oktober 2011

ubi jalar kuning

UBI jalar ungu yang bernama latin Ipomoea batatas adalah salah satu kekayaan pangan Indonesia yang kaya antioksidan. Senyawa ini bermanfaat bagi tubuh untuk meningkatkan daya tahan dan menghambat penyakit degeneratif, seperti jantung koroner, arteriosclerosis, kanker, serta gejala penuaan dini. Keunggulan ubi jalar ini adalah kandungan antosianinnya yang tinggi. Hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Balitbang Pertanian, menunjukkan, antosianin bermanfaat karena dapat berfungsi sebagai antioksidan, antihipertensi dan pencegah gangguan fungsi hati. Tergelitik manfaat antioksidan bagi kesehatan tubuh, sekelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (F-MIPA UNY) membuat sirup berbahan ubi jalar. Mahasiswa Prodi Kimia F-MIPA UNY itu adalah Nenny Widiani, Ari Purnomo dan Tunjung Asri Ning Tyas. Saat ditemui KR, belum lama ini, Nenny Widiani mengatakan, ubi jalar unggu kaya karbohidrat, vitamin dan serat pangan alami. Namun, sampai saat ini belum dimanfaatkan optimal. Bahkan, sangat bermanfaat bagi tubuh dan pengobatan herbal, seperti membantu menghambat penyakit degeneratif. Masalah-masalah penyakit degeneratif ini berkaitan erat dengan kemampuan antioksidan untuk bekerja sebagai inhibitor atau penghambat reaksi oksidasi radikal bebas reaktif yang berada di sekitar kehidupan manusia, yang menjadi salah satu pencetus penyakit degeneratif itu. Apalagi fungsi antioksidan sebagai upaya memperkecil proses oksidasi dari lemak * Bersambung hal 7 kol 6 dan minyak, memperkecil proses kerusakan dalam makanan, memperpanjang masa pemakaian dalam industri makanan, meningkatkan stabilitas lemak yang terkandung dalam makanan, serta mencegah hilangnya kualitas nutrisi. Antioksidan terbagi menjadi enzim dan vitamin. Antioksidan enzim meliputi superoksida dismutase (SOD), katalase dan glutation peroksidase (GSH.Prx). Antioksidan vitamin mencakup alfa tokoferol (vitamin E), betakaroten dan asam askorbat (vitamin C) yang banyak didapatkan dari tanaman dan hewan. Sebagai antioksidan, betakaroten adalah sumber utama vitamin A yang sebagian besar terdapat pada tumbuhan. Selain melindungi buah-buahan dan sayuran berwarna kuning atau hijau gelap dari bahaya radiasi matahari, betakaroten juga berperan serupa dalam tubuh manusia. ”Dengan memanfaatkan ubi jalar, berarti meningkatkan nilai jual bahan pangan ini.” ujar Nenny Widiani. Apalagi, cara membuat sirup ubi jalar ungu juga tidaklah sulit. Kupas kulit luar ubi dengan pisau, cuci bersih ubi dengan air. Lalu kukus ubi jalar ungu menggunakan panci atau soblok sampai masak. Setelah dingin, ubi jalar diblender dengan menambahkan air secukupnya. Setelah itu, ubi jalar yang sudah diblender disaring dengan kain saring untuk mendapatkan fitratnya. Masak larutan ubi jalar ungu tersebut di panci dengan menambahkan gula pasir 1 : 1 dengan larutan ubi sampai 30 menit mendidih. Masukkan sirup yang sudah dingin ke dalam botol. (Asa)-a KR-Agus Suwarto 1. Mahasiswa peneliti F-MIPA UNY dengan sirup ubi jalar ungu. 2. Ubi jalar ungu. 

http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=248308&actmenu=50

Rabu, 14 September 2011


YOGYA –- Sirup merupakan minuman yang sangat familier di kalangan masyarakat. Namun sedikit diantaranya yang sekaligus juga berfungsi sebagai antioksidan alami dan memiliki manfaat bagi tubuh.
Sekelompok mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Nenny Widiani, Ari Purnomo, Arif Yoga Pratama, Tunjung Asri Ning Tyas dari jurusan pendidikan kimia dan Eko Pramono Jati dari jurusan pendidikan matematika membuat minuman yang menyehatkan yaitu sirup dari ekstrak ubi jalar kuning.
“Ubi jalar kuning dipilih karena memiliki kandungan betakaroten yang tinggi sehingga mempunyai potensi sebagai minuman antioksidan alami. Sementara selama ini ubi jalar kuning hanya diolah dengan cara sederhana seperti direbus atau digoreng. Dengan sirup ini masyarakat mendapatkan alternatif sirup antioksidan dan dapat meningkatkan nilai tambah ubi jalar,” ujar Nenny di Yogyakarta, Minggu (11/9).

Selasa, 13 September 2011


YOGYA –- Sirup merupakan minuman yang sangat familier di kalangan masyarakat. Namun sedikit diantaranya yang sekaligus juga berfungsi sebagai antioksidan alami dan memiliki manfaat bagi tubuh.
Sekelompok mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Nenny Widiani, Ari Purnomo, Arif Yoga Pratama, Tunjung Asri Ning Tyas dari jurusan pendidikan kimia dan Eko Pramono Jati dari jurusan pendidikan matematika membuat minuman yang menyehatkan yaitu sirup dari ekstrak ubi jalar kuning.
“Ubi jalar kuning dipilih karena memiliki kandungan betakaroten yang tinggi sehingga mempunyai potensi sebagai minuman antioksidan alami. Sementara selama ini ubi jalar kuning hanya diolah dengan cara sederhana seperti direbus atau digoreng. Dengan sirup ini masyarakat mendapatkan alternatif sirup antioksidan dan dapat meningkatkan nilai tambah ubi jalar,” ujar Nenny di Yogyakarta, Minggu (11/9).
Ari Purnomo menambahkan, keistimewaan ubi jalar kuning terletak pada kandungan betakaroten yang cukup tinggi dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya seperti jagung dan kentang. Betakaroten merupakan bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh yang juga berfungsi untuk kesehatan mata.
“Ubi jalar putih mengandung 260 mg betakaroten per 100 gram sedangkan dalam ubi jalar kuning menyimpan 2.900 mg betakaroten. Artinya, dengan menyantap seporsi ubi jalar kuning kukus atau rebus sudah dapat memenuhi kecukupan vitamin A sebanyak 2.100 – 3.600 mg sehari,” katanya.
Menurutnya, berdasarkan penelitian tentang sirup ubi jalar kuning yang dilaksanakan di laboratorium kimia analisis Fakultas MIPA UNY, diperoleh kesimpulan bahwa formula yang paling efektif untuk membuat sirup ubi jalar kuning yaitu dengan formula tidak dikukus karena memberikan betakaroten yang paling tinggi.
“Ubi jalar kuning juga memiliki kandungan serat yang tinggi dan sangat baik untuk mencegah kanker saluran pencernaan serta mengikat zat karsinogen penyebab kanker di dalam tubuh. Serat yang terdapat pada ubi jalar kuning termasuk serat larut yang menyerap kelebihan lemak darah sehingga kadar lemak jahat dalam darah tetap aman terkendali,” imbuhnya.

Sabtu, 20 Agustus 2011

kord jablay dangdut

Am E Am
Waktu tamasya ke Binaria.
E
Pulang pulang ku berbadan dua.
Dm Am
Meski tanpa restu orang tua, sayang.
E Am
Aku rela abang bawa pulang.

Enggak kerasa udah setahun.
Si abang mulai berlagak pikun.
Udah nggak pernah pulang ke rumah, sayang.
Kepincut janda di Pulo Gebang.

Reff:
Am E
Lay lay lay lay lay lay…
Am
Panggil aku si jablai.
E
Abang jarang pulang,
Am
Aku jarang dibelai.

Anak kita skarang udah besar.
Mulai bingung kok bapaknya nyasar.
Kenapa bapak nggak pulang pulang emak
Kata tetangge .. emangnya enak

kucing garong

Intro C#m E B C#m G# C#m

C#m
Kelakuan si kucing garong
E B
Ora kena ndeleng sing mlesnong
C#m G#
Main sikat main embat
C#m
Apa sing liwat

C#m
Kelakuan si kucing garong
E B
Selalu ngulati sasaran
C#m G#
Asal ndeleng pepesan
C#m
Wajah bringasan

C#m
Iku contoe wang lanang
F#n C#m
Sing sifate kaya kucing garong
C#m
Awas kudu ngati-ati
F#m C#m
Yen kucing garong lagi beraksi

Int. C#m A E B

C#m
Sing dadi modal andalan
F#m C#m
Kucing ngedengi duit atusan
C#m
Yen bli kuat nahan iman
F#m C#m
Bisa-bisa jadi berantakan

kucing garong

Intro C#m E B C#m G# C#m

C#m
Kelakuan si kucing garong
E B
Ora kena ndeleng sing mlesnong
C#m G#
Main sikat main embat
C#m
Apa sing liwat

C#m
Kelakuan si kucing garong
E B
Selalu ngulati sasaran
C#m G#
Asal ndeleng pepesan
C#m
Wajah bringasan

C#m
Iku contoe wang lanang
F#n C#m
Sing sifate kaya kucing garong
C#m
Awas kudu ngati-ati
F#m C#m
Yen kucing garong lagi beraksi

Int. C#m A E B

C#m
Sing dadi modal andalan
F#m C#m
Kucing ngedengi duit atusan
C#m
Yen bli kuat nahan iman
F#m C#m
Bisa-bisa jadi berantakan

kord rela dangdut

intro : Em D G 2x

Em
Tak ubah berbunga lara
C
Rendahnya Pandanganmu
B Em
Padaku yang amat memerlukanmu
Em
Kegersangan sekeping hati
C
Mengharap setitik embun
B
Agar basah rindu ini

Em D
Aku yang terdiam
G B Em
Sejak mulai lagi
Em C D
Puasku merintih
B Em
Puas ku berduka

Em
Ku hanya mampu berserah
C
Beserta doa harapan
B Em
Rubahlah haluan hidup ini

Reff :
Em D
Demi cinta yang menyala
B Em
Ku rela menggenggam bara api
Em D
Demi kasih yang mengharu
B Em
Sungguh aku rela

Em D Dm
Biarpun pada pandangan
B Em
Seperti bunga yang layu terbuang
Em D Dm
Namun kau pasti tau
B Em D Dm
Semua karena aku masih lagi
B Em
Setia padamu
Em D
Puasku merintih
B Em
Seumpama pengemis


int: D Em C D Em
C D Em


Kembali Ke : Reff


Em D Dm
Biarpun pada pandangan
B Em
Seperti bunga yang layu terbuang
Em D Dm
Namun kau pasti tau
B Em D Dm
Semua karena aku masih lagi
B Em
Setia padamu
Em D
Puasku menangis
B Em
Puas ku berduka

Em C
Ku hanya mampu berserah
C
Beserta doa harapan
B Em
Rubahlah haluan hidup ini
Hooouo... houuuuo... houooo..

Chord Guitar Rhoma Irama - syahdu

Kord Syahdu (feat. Rita Sugiarto)
oleh: Rhoma Irama

Tuning F (maju 1/2 nada)
*Pria:
D Em G D
Bila kamu di sisiku hati rasa syahdu
Em G D
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu
G D
‘Ku yakin ini semua perasaan cinta
G D
Tetapi hatiku malu untuk menyatakannya
Em G D
Bila kamu di sisiku hati rasa syahdu
Em G D
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu

Em D Em/G D 2x
D G G D 2x

D E G D
Bila cintaku terbalas oh bahagia sekali
E G D Em D Em/G D
Tapi bila tak terbalas ‘ku tak sakit hati
D E G D
Karena aku menyadari siapa ‘ku ini
E G D
Tak mungkin bagi dirimu menyintai diriku
Em/G D
Namun bahagia hatiku
Em/G D
Bila selalu bersamamu

back to *

Em D Em/G D 2x
D G G D 2x

Wanita:
D E G D
Cintamu sudah terbalas sejak lama sekali
E G D Em D Em/G D
Tapi kupendam selalu oh di lubuk hati
D E G D
Ucapanmu yang kutunggu telah kudengar sendiri
E G D
Terimalah oh sayangku cinta pertama ini
Em/G D
Kini bahagia hatiku
Em/G D
Karena selalu bersamamu

back to * (wanita)

Duet:
D Em G D
Bila kamu di sisiku hati rasa syahdu
Em G D
Satu hari tak bertemu hati rasa rindu

ngamen 1 dangdut

Lirik dan Kord Lagu Ngamen

E Am
dino iki mujur tenan
aku ngamen nang njero bis-bisan
Dm
penumpange lenggah tenang
supire gal-ugalan
Am
aku tibo jempalikan
ning pojokan

E Am
arek ayu klambi abang
cukuran lanang semiran abang
Dm
alise nanggal sepisan
idepe pasangan
Am
sayang untune bathikan
kopi lambada

E Am
iku ngono ra sepiro (mas)
ibarat aku nduwe konco
Dm
lagake koyok jutawan
ngalor-ngidul nggowo koran
Am
tibake gendheng anyaran
ditapuk setan

E Am
iku ngono ra sepiro (mas)
ibarat aku nduwe tonggo
Dm
(arek)e ayu temenan
jarang metu nang embongan
Am
tibake meteng rong ulan
merek ojekan

E Am
puger galewene
Dm Am
gerbongan iku julukane
Dm Am
wedokane lemu-lemu
E Am
dionyen ngguya-ngguyu, alamak
E Am
dionyen ngguya-ngguyu, alamak
E Am
dionyen ngguya-ngguyu

Chord Guitar Rhoma Irama - begadang

Intro: A F#m A F#m Bm A Bm A
A
Begadang jangan begadang
F#m
Kalau tiada artinya
Bm D
Begadang boleh saja
A
Kalau ada perlunya (2x)

Bm A 4x

D
Kalau terlalu banyak begadang
A A-E-A
Muka pucat karena darah berkurang
E E D
Bila sering kena angin malam
A
Segala penyakit akan mudah datang
Bm A
Darilah itu sayangi badan
Bm A
Jangan begadang setiap malam

Chord Guitar Rhoma Irama - keramat

Keramat
Intro = Am F 2x
D Am F Am

Am Am-Em-G-Am
Hai manusia
C
Hormati ibumu
Am Am-Em-G-Am
Yang melahirkan
C
Dan membesarkanmu

Dm Am
Darah dagingmu dari air susunya
Dm G Am
Jiwa ragamu dari kasih sayangnya

Dialah manusia satu-satunya
Yang menyayangimu tanpa ada batasnya

Intro2 = Am F G Am

E F E
Doa ibumu dikabulkan tuhan
F E
Dan kutukannya jadi kenyataan

Intro3 = Am D Am

Ridha ilahi karena ridhanya
Murka ilahi karena murkanya


Am-Am-G-Am F-F-E-F
Bila kau sayang pada kekasih
G-G-F-G Am-Am-G-Am
Lebih sayanglah pada ibumu

Bila kau patuh pada rajamu
Lebih patuhlah pada ibumu


Bukannya gunung
tempat kau meminta
Bukan lautan
Tempat kau memuja

Bukan pula dukun tempat kau menghiba
Bukan kuburan tempat memohon doa
Tiada keramat yang ampuh di dunia
Selain dari doa ibumu jua

kort lagu rhoma irama- malam terakhir

A G
Malam ini malam terakhir bagi kita
F G Am
Untuk mencurahkan rasa rindu di dada
Am G
Esok aku akan pergi lama kembali
F G Am
Kuharapkan agar engkau sabar menanti

Int: Am G (8x)

Am G
Esok aku akan pergi lama kembali
F G Am
Kuharapkan agar engkau sabar menanti
Am G
Aku akan sabar menanti kembali
F G Am
Selamat jalan dan sampai jumpa lagi

Am
Esok kita akan berpisah
G
Tentu hari-hari kan jadi sunyi
Am
Esok kita akan berpisah
G
Tentu hari-hari kan jadi sunyi
Am F
Semakin lama kita berpisah
G Am
Semakin mesra untuk berjumpa

Am G
Malam ini malam terakhir bagi kita
F G Am
Untuk mencurahkan rasa rindu di dada
Am G
Kita akan berjumpa di saat bahagia
F G Am
Di saat malam pesta perkawinan kita


Int: Em... F... (2x)
Am G Am

Am Em
Mengapa... mengapa hatiku berdebar-debar
F
Seakan-akan ku ragu
G Am
Untuk merelakan kepergianmu kasih


Int: Am G Am

Am Em
Mengapa... mengapa hatiku berkata-kata

kort lagu rhoma irama- malam terakhir

A G
Malam ini malam terakhir bagi kita
F G Am
Untuk mencurahkan rasa rindu di dada
Am G
Esok aku akan pergi lama kembali
F G Am
Kuharapkan agar engkau sabar menanti

Int: Am G (8x)

Am G
Esok aku akan pergi lama kembali
F G Am
Kuharapkan agar engkau sabar menanti
Am G
Aku akan sabar menanti kembali
F G Am
Selamat jalan dan sampai jumpa lagi

Am
Esok kita akan berpisah
G
Tentu hari-hari kan jadi sunyi
Am
Esok kita akan berpisah
G
Tentu hari-hari kan jadi sunyi
Am F
Semakin lama kita berpisah
G Am
Semakin mesra untuk berjumpa

Am G
Malam ini malam terakhir bagi kita
F G Am
Untuk mencurahkan rasa rindu di dada
Am G
Kita akan berjumpa di saat bahagia
F G Am
Di saat malam pesta perkawinan kita


Int: Em... F... (2x)
Am G Am

Am Em
Mengapa... mengapa hatiku berdebar-debar
F
Seakan-akan ku ragu
G Am
Untuk merelakan kepergianmu kasih


Int: Am G Am

Am Em
Mengapa... mengapa hatiku berkata-kata

Chord Guitar Rhoma Irama - kegagalan cinta

Int: G

(*)
G C
Cukup sekali aku merasa
D G F G
Kegagalan cinta
G C
Takkan terulang kedua kali
D G
Di dalam hidupku
G C D
Ho.. ho.. ya nasib ya nasib
G
Mengapa begini
C D
Baru pertama bercinta
G
Sudah menderita

G C
Cukup sekali aku merasa
D G
Kegagalan cinta
G C
Takkan terulang kedua kali
D G
Di dalam hidupku

Int: G C G (2x)

Reff:
G C
Kau yang mulai kau yang mengakhiri
D G
Kau yang berjanji kau yang mengingkari
G C
Kau yang mulai kau yang mengakhiri
D G
Kau yang berjanji kau yang mengingkari

C G
Kalau begini akhirnya
C G
Tak mau bermain cerita

Chord Guitar Rhoma Irama -Gelandangan

Intro: D# G# A# D#

D# Cm
Kering sudah rasa air mataku
Gm A# D#
Terlalu banyak sudah yang tertumpah
Cm
Menangis meratap buruk nasibku
G# A Dm
Nasib buruk seorang tunawisma

Gm Cm
Langit sebagai atap rumahku
Gm Cm
Dan bumi sebagai lantainya
G# A#
Hidupku menyusuri jalan
G# A# D#
Sisa orang yang aku makan

Gm Cm
Langit sebagai atap rumahku
Gm Cm
Dan bumi sebagai lantainya
G# A#
Hidupku menyusuri jalan
G# A# D#
Sisa orang yang aku makan

Cm
Jembatan menjadi tempat perlindungan
G# A# D#
Dan terik matahari dan hujan
Cm
Begitulah hidup yang aku jalani
G# A# D#
Entah sampai kapan begini

Int: D# G# A# D# (2x)
A# D#

Nikmati Chord Dengan Menekan -- F11 -- Di Komputer Anda dan Gunakan Fasilitas Baru Kami Kunci Gitar & Lirik » Home » Dangdut , pop , Ridho Rhoma , Son

menunggu
[intro] Bm D A Bm
Bm A Em Bm G A F#m Bm
G-F#

Bm G A
Sekian lama aku menunggu

G A Bm F#
Untuk kedatanganmu

Bm G A
Bukankah engkau telah berjanji

G A Bm
Kita jumpa di sini

A F#m Bm
Datanglah, kedatanganmu kutunggu

A F#m Bm
Telah lama, telah lama ku menunggu

[intro] Bm A F# Bm
G-F#

Bm G A
Derita hidup yang kualami

G A Bm
Duhai pahit sekali

Bm G A
Pada siapa aku berbagi

G A Bm
Kalau bukan padamu

A F#m Bm
Datanglah, kedatanganmu kutunggu

A F#m Bm
Telah lama, telah lama ku menunggu

[interlude] Bm A F#m Bm 2x
Bm F#m A Bm
Bm D Bm
A Bm G A Bm

Bm A G
Selain dirimu kasih

A G Bm
Tiada yang lain lagi

Bm A G
Tempat cintaku bersemi

A G Bm
Mencurahkan isi hati

A G
Lama sekali aku menanti

A Bm
Kedatanganmu kekasih

A G
Betapa hati tidak kan sedih

A G Bm
Kau biarkan ku sendiri


[intro] Bm A F#m Bm G-F#


Bm G A
Sekian lama aku menunggu

G A Bm F#
Untuk kedatanganmu

Bm G A
Bukankah engkau telah berjanji

G A Bm
Kita jumpa di sini

A F#m Bm
Datanglah, kedatanganmu kutunggu

A F#m Bm
Telah lama, telah lama ku menunggu

Chord Guitar Rhoma Irama - Sahabat


Intro: Gm-Gm-Gm D#-D#-D#
Gm-Gm-Gm D#-E-F-F#-Gm

Gm
Mencari teman memang mudah
F Gm
‘Pabila untuk teman suka
Gm
Mencari teman tidak mudah
F Gm
‘Pabila untuk teman duka


Bridge:

Cm Gm
Banyak teman di meja makan
Cm D
Teman waktu kita jaya
Cm Gm
Tetapi di pintu penjara
Cm D
Di sana teman tiada




Gm
Mencari teman memang mudah
F Gm
‘Pabila untuk teman suka
Gm
Mencari teman tidak mudah
F Gm
‘Pabila untuk teman duka


int: Gm-C Gm-C-Bb (7x)
interlude: Am Bb Gm 2x
Gm-F-Gm-C-Bb
Gm-F-Gm-C-Gm
Gm-F-Gm-C-Bb
Gm-F-Gm-C-Gm

Reff:

Gm F
Sesungguhnya nilai teman yang saling setia
D# D
lebih dari saudara


int: Gm-F-Gm-C-Bb
Gm-F-Gm-C-Gm

Gm F
Itu hanya mungkin bila di antara kita
D# D
seiman seagama
Cm Bb
Seumpama tubuh ada yang terluka
D Gm
Sakitlah semuanya


Gm
Itulah teman dalam taqwa
F
Satu irama selamanya
Gm
Itulah teman yang setia
F Gm
Dari dunia sampai surga


Bridge:

Cm Gm
Bila teman untuk dunia
Cm D
Itu hanya sementara
Cm Gm
Tapi teman dunia-akhirat
Cm D
Itu barulah sahabat


Gm
Itulah teman dalam taqwa
F Gm
Satu irama selamanya
Gm
Itulah teman yang setia
F Gm
Dari dunia sampai surga


Ending:

Gm C Bb F Gm
Pa-pa-pa-pa-pa

Jumat, 05 Agustus 2011

putus

"Kamu nggak akan ninggalin aku kan Dave? Janji yah!" rajuknya manja
.
Winnie, gadis 17 tahun itu memandang tepat mataku. Pandangan mata yang begitu polos, begitu tulus, tapi begitu… membuatku jengah. Entah bagaimana dia selalu bisa langsung menghujam bola mata ini setiap kali ia menatapku
.
"Sabtu besok ada film bagus di bioskop. Kita nontong ya? Sudah lama kita nggak nonton berdua," ajaknya. Belum sempat aku menjawab, dia sudah membicarakan yang lain.

"Nanti Winnie pakai baju pink. Kamu kan paling senang lihat cewek yang pakai baju warna pink. Jadi kamu harus lihat Winnie terus, nggak boleh lirik kanan kiri," katanya. Sekarang dia malah sibuk mempersiapkan penampilannya.

Winnie, gadis yang kupacari sejak dua tahun yang lalu. Aku masih ingat betul saat pertama kami bertemu di jembatan yang menghubungkan gedung sekolah dan laboratorium. Saat itu, aku tidak sengaja menginjak kakinya."Auch!" pekik Winnie.

Aku berhenti dan menoleh ke belakang. Dia sudah terduduk di lantai, memegangi kaki kirinya."Maaf," kataku.

"Maaf gimana? Kamu nggak tahu yah, kemarin baru aja aku lepas plester dari jempol kakiku. Sekarang kamu injak lagi. Sakit tahu nggak? Kayaknya keseleo nih," ocehnya sambil membuka sepatu dan kaus kakinya.

Jempol mungil itu membiru. Aku jadi makin tidak enak hati.
"Eh, ngapain lihat-lihat doang? Aku nggak bisa jalan nih, bantuin dong," pintanya ketus.

Dengan hati-hati aku mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. Ketika tangan kami bersentuhan, ada getaran aneh yang kurasakan. Aku memberanikan diri untuk menatap wajahnya. Dia balas menatapku. Untuk beberapa detik kami bertatapan. Mungkin, saat itulah kami jatuh cinta.

Yang jelas, sejak kejadian itu kami jadi akrab. Mulanya kami hanya berkirim sms atau menelepon. Lalu aku mulai berani mengajaknya kencan yang berakhir dengan diterimanya pernyataan cintaku.

Winnie gadis yang manis. Sikapnya yang begitu natural dan spontan. Hubungan kami diwarnai dengan kejutan-kejutan yang selalu baru. Tapi sekarang…

"Dave!" panggilnya riang. "Jangan bengong dong! Antarin Winnie pulang yah. Atau kamu mau ajak Winnie jalan-jalan dulu? Kita main bowling yuk," katanya. Aku hanya diam. Kupandang mata bulatnya dan rambutnya yang berkibar ditiup angin. Aku ingat, aku dulu yang menyuruhnya memanjangkan rambut.

"Dave, Winnie pengin potong rambut nih! Boleh nggak?" dia bertanya. "Win," bisikku seraya mengelus rambutnya yang waktu itu masih sebahu. "Aku suka rambutmu yang lembut, halus, dan wangi. Kamu tambah cantik kalau rambutmu panjang," kataku.

Seketika wajah putihnya memerah. Memang begitu reaksi Winnie bila kupuji. Dan itu adalah salah satu hal yang aku sukai darinya.

"Tapi, main bowling bikin capek yah." Dia berceloteh lagi, membuyarkan lamunanku tentang rambutnya. "Gimana kalu ngobrol aja di rumah. Nanti Winni mainin lagu kesukaan kita," lanjutnya. Dia mulai menyenandungkan lagu kebangsaan kami.

Kami sama-sama suka biola. Bedanya, aku hanya bisa mendengarkan sedangkan Winnie begitu piawai memainkan alat musik itu. Dia memang bercita-cita menjadi violis handal. Selain sama-sama suka biola, kami juga suka lagu-lagu melankolis. Kasih Tak Sampai, sebuah lagu dari Padi adalah lagu favorit kami berdua.

Kami sering menyanyikan lagu itu dengan iringan biola Winnie sambil berpura-pura sedih menghayati lagu itu. Tak kusangka, kini lagu itu sungguh-sungguh terjadi dalam hubungan kami.
"Dave!" panggilnya lagi. "Jawab dong! Dari tadi kok diam terus? Kamu marah sama Winnie ya?" Ah… itulah Winnie. Bila aku tidak menanggapi ocehannya, dia selalu menyangka aku marah. Padahal, aku nyaris tidak pernah marah padanya.

Aku terlalu menyayanginya dan aku tidak pernah ingin menyakitinya. Tapi sekarang aku sudah tidak tahan lagi. Sudah terlalu lama dia berada dalam ketidakpastian ini. Aku harus… putus dengannya.
"Dave, jawab dong!" ucapnya setengah berteriak.

"Winnie," akhirnya aku bersuara. "Maafkan aku. Aku sayang kamu dan perasaan ini nggak berubah sampai sekarang. Tapi, kita sudah nggak bisa bersama lagi…" ucapku. Air mata yang paling kubenci itu mulai mengalir dari pelupuk matanya. Bibir mungil itu menjerit, "Kenapa Dave? Kenapa?"

Sambil menegarkan hati aku melanjutkan perkataanku, "Karena terlalu banyak perbedaan di antara kita. Aku nggak bisa masuk ke duniamu seperti halnya kamu nggak bisa masuk ke dalam duniaku. Maafkan aku… ini bukan keinginanku."
"Dave jangan pergi!" teriaknya.

Aku menatapnya dalam-dalam. Kuharap ini yang terakhir kalinya dia menemuiku. Sudah setahun ini ia setia menunggu terwujudnya harapan semu. Di antara mimpi dan realita. Kami berdua telah membohongi diri kami sendiri hanya karena takut menerima kenyataan. Kami menutupi kenyataan yang pahit dengan mimpi-mimpi yang manis. Padahal kami berdua sama-sama tahu, mimpi itu tidak akan pernah menjadi nyata.

"Winnie, carilah cowok lain yang bisa selalu menjaga dan menyayangimu lebih dari aku. Cowok yang dunianya sama dengan duniamu. Lupakan aku," kataku lagi. Akhirnya, kata-kata itu aku ucapkan, walaupun aku tidak yakin dia bisa mendengarku.

Ketika tubuhku terasa begitu ringan, saat itulah kubuat langkah terberat dalam hidupku. Langkah untuk meninggalkannya. Dalam benakku kenangan-kenangan manis itu hadir satu per satu. Kenangan-kenangan yang tak akan mungkin terulang kembali.

Sejenak aku menoleh ke belakang, memandang wajahnya yang sedih. Ingin rasanya aku berlari kembali, menyeka air matanya, dan memeluknya erat-erat. Tapi, itu semua tidak bisa aku lakukan. Melihatnya dalam keadaan begitu saja sudah membuatku sakit… sakit sekali. Aku sadar dia merasakan sakit yang sama, bahkan mungkin jauh lebih dalam.

Seorang teman pernah mengatakan padaku bahwa cinta yang bertepuk sebelah tangan tidak lebih sakit dibandingkan dengan cinta yang berbalas tapi tidak bisa bersatu. Dulu aku sering mengejeknya sok romantis. Tapi sekarang, aku benar-benar tahu makna kata-kata itu. Setidaknya bila cintaku bertepuk sebelah tangan, hanya aku sendiri yang merasakan sakitnya. Sementara sekarang, kami berdua sama-sama terluka. Luka yang entah kapan bisa pulih.

"Winnie," batinku, "semoga kamu selalu bahagia. Aku harap kamu mendapatkan cinta yang sejati yang tidak pernah meninggalkanmu seperti aku."

Angin sore berhembus semilir mengalirkan langkah kaki menuju tempatku yang sesungguhnya. Dengan mata nanar aku menatap pemandangan di hadapanku yang semakin lama semakin kabur…
Dia masih ada di sana, memeluk batu bisu itu.

Seandainya Aku…

Pagi ini benar-benar dingin. Maklumlah, karena kemarin malam hujan turun dengan derasnya. "Hoahem..," aku menguap lebar-lebar. Karena rasa lapar dan dingin yang sedari kemarin menyerang, memaksa tubuh kurus ini untuk mengemis makanan lagi. Aku berjalan di depan toko-toko yang masih tertutup rapat. Aku mencium bau ayam goreng, makanan favoritku sedari kecil, yang selalu ibu berikan padaku dulu. Tapi sekarang tidak lagi karena beliau telah tiada. Dan ayahku tak tahu dimana beliau sekarang. Aku mulai berjalan lagi, kubiarkan saja air mataku yang mulai jatuh di pipi. Karena aku yakin tak ada yang akan memperhatikan aku yang dekil menangis seperti ini.

Aku menoleh ke kiri jalan, ada sebuah sekolah yang masih tutup. Dulu sewaktu aku kecil, aku sering bermain disitu. Tapi sekarang tidak lagi karena dulu aku sering berangan-angan agar besok jika sudah besar bisa bersekolah disitu. Tapi, sampai sekarang aku tak sekolah dan tak akan sekolah. Aku menghela nafas panjang, dan kuteruskan berjalan untuk mencari ganjalan perut. Di depan kulihat penjual ayam goreng favoritku. Aku suka dengan masakan dan penjualnya, karena dia selalu memberiku makan gratis setiap kali aku datang ke warungnya.

Langkahku semakin kupercepat, perut ini sudah tidak sabar untuk diisi. Semakin cepat, lebih cepat dan…"Awww!" aku terpelanting ke tanah. Sepertinya aku menabrak sesuatu. Aku paksakan tubuhku untuk bisa berdiri lagi. Di sebelahku ada seorang anak perempuan jatuh terduduk, lututnya sedikit berdarah. Dia memandangku dengan ketakutan, lalu berlari menuju sekolahnya yang sudah terbuka gerbangnya. Aku tertegun sejenak, tatapan matanya telah menyihirku. Dia seorang gadis yang sangat cantik. Kurasa aku telah jatuh cinta.

Hari semakin terik. Perutku kembali terasa lapar. Tetapi rasa lapar itu sama sekali tidak kuhiraukan karena sekarang aku sedang menunggu gadis itu keluar dari sekolah. Banyak sudah para tunas bangsa itu keluar dari tempat tugas mereka. Akan tetapi, gadis impianku itu tak kunjung nampak. Aku mulai sebal, berjalan mondar-mandir kesana-kemari. Dan akhirnya, dia muncul juga bersama kedua temannya. Aku harus bagaimana sekarang? Apa aku harus mengatakannya di depan teman-temannya? Ah, sebaiknya jangan, nanti dia malah ketakutan melihatku.

Kalau begitu, bagaimana ya? Seribu macam pertanyaan keluar di kepalaku. Ah, aku tak peduli yang penting aku mengikuti mereka. Dan untunglah, mereka berpisah dipertigaan gang depan. Aku tersenyum puas. Sekarang, aku tinggal menjalankan aksiku. Aku mulai berjalan mengikutinya, berjalan, dan terus berjalan. Hingga akhirnya kami sampai di jalan yang sepi, sangat sepi hingga yang terdengar hanya langkah sepatu gadis itu saja. Aku mencoba memberanikan diri untuk mendekati. Semakin dekat dan "AAAAA…," gadis itu menjerit.

"Aaaa, pergi kau! Jangan mendekat. Aku jijik denganmu!" jeritnya. Aku terkejut, sangat terkejut, ketika dia mengucapkan kata jijik itu. Hatiku benar-benar hancur! Yah, tapi aku tahu diri kok. Mana mungkin kucing sepertiku bisa menjadi kekasih manusia secantik dia. Ah, seandainya aku manusia.

Dia Bohong atau Jujur?

Mau tahu apakah dia bicara bohong atau jujur? Coba perhatikan gerak tubuhnya. Dari ekspresi dan gerak tubuhnya, kamu bakal tahu kalau dia sedang berdusta.

Mungkin kamu takkan tahu kalau dia sedang berdusta di ujung telepon atau membual dalam surat cinta. Oleh sebab itu, bila ingin tahu apakah dia bicara jujur atau bohong, sebaiknya kamu mengajak dia bertatap muka.

Sekalipun dalam benaknya sudah terangkai kata-kata "mutiara", tak jarang bahasa tubuhnya (secara mendadak) membelot dari kalimat yang mengalir lewat bibirnya. Akibatnya? Ketahuan, deh, kalau dia sedang berbohong.

Coba perhatikan beberapa bagian tubuhnya, kalau ada yang "menyimpang" dari yang seharusnya, maka bisa dipastikan bahwa dia sedang berusaha ngebokisin kamu:

1. Gelisah.

Perasaan ini sering dianggap sebuah indikasi ketidaktulusan. Terlebih jika kegelisahan itu dibarengi dengan ciri-ciri lainnya, seperti bibir dan mulut kering, tenggorokan tercekat, nafas menjadi tak beraturan.

2. Sikap dan gerak kaki.

Orang yang sedang berusaha bohong, biasanya (dengan refleks) akan menyilangkan tungkai kaki secara simultan. Konon, cara ini adalah bentuk pembelaan diri seseorang dari kemungkinan yang bakal menyerangnya.

Orang yang sedang berusaha berdusta, biasanya juga tak bisa diam. Dia akan menggerakan kakinya ke kanan-ke kiri. Hal ini disebabkan perasaan yang tak nyaman dan dia (sebenarnya) ingin mengambil langkah seribu.

3. Sikap dan gerak tangan.

Tangan akan sangat berperan membantu menegaskan maksud dan tujuan yang akan disampaikan sipembicara. Mereka akan menggerak-gerakkan tangan di udara. Tapi tak begitu bila dia sedang berdusta.

Orang yan berdusta biasanya akan menyebunyikan tangan dibalik kantong celana, mendekapkan atau mengepalkan kedua telapaknya. Atau, aktif menyentuh-nyentuh area seputar wajah, dari hidung, dagu bahkan juga kuping.

4. Gerak mata. Konon, mata lebih jujur dari mulut dan hati seseorang. Lewat indera yang satu ini, kita bisa menggali rahasia seseorang. Orang yang sedang berdusta biasanya menghindari tatapan mata langsung.

Saat berbohong, kedua pupil mata umumnya menjelajah ke mana-mana, ke atas, ke bawah, ke samping. Pokoknya menghindari tatapan langsung lawan bicara yang tengah dibohongi.

5. Tekanan suara.

Rangkaian kata-kata dalam kalimat sudah pasti menjadi the best liars of all. Nggak heran banyak orang tertipu melalui telepon, karena percaya dengan kata-kata dan rayuan yang meyakinkan.

Orang yang sedang berbohong biasanya sedikit bicara. Kalaupun bicara, banyak kalimat yang nggak nyambung, yang berusaha dikoreksinya. Intonasi bicara mereka umumnya menggantung atau ngambang.